iklan 1

Friday, 5 November 2010

Fwnny ‘’Elling’’: Desainer Bra untuk Payudara Sehat

Namanya cukup singkat, Fenny (43). Berbekal hobi menjahit dan kepeduliannya terhadap kesehatan payudara, ibu dua anak ini memproduksi bra khusus sesuai tinggi badan, bentuk payudara dan lingkar dada. Ia pun membuat bra khusus untuk mantan penderita kanker payudara. Pelanggannya tersebar di seluruh Indonesia.

Kenapa memilih memroduksi bra?

Berangkat dari pengalaman pribadi saya yang susah menemukan bra yang nyaman. Lalu saya mencoba membuat bra sendiri yang nyaman saat dikenakan. Setelah menemukan bra yang nyaman, terpikir oleh saya untuk menawarkannya ke orang lain. Ternyata saya mendapatkan respons positif. Tahun 2000 saya mulai memroduksi bra dan memasarkannya, walaupun jumlahnya masih sedikit. Labelnya, Elling Bra. Mudah diingat, kan?

Dari mana mendapat keahlian membuat bra?

Saya hobi menjahit dan peduli akan kesehatan wanita, terutama soal payudara. Jadi saat memroduksi bra, berbagai referensi buku kesehatan serta anatomi tubuh saya pelajari betul hingga hari ini, demi menghasilkan bra yang sehat, nyaman dikenakan, dan tentunya menghasilkan payudara lebih indah.

Model bra macam apa saja yang Anda produksi ?

Banyak, bisa untuk berbagai kebutuhan. Untuk sehari-hari bisa pakai Elling Classic. Atau Elling Long Bra bagi yang sedang menyusui karena modelnya ada buka-tutup-nya. Bahannya kain katun kombinasi brokat. Katun batik, sutera batik. Ada juga longtorso, bustier , pantysuit dan stagen. Jadi tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan konsumen.

Berapa lama melakukan percobaan hingga mendapatkan produk seperti ini?

Trial and error saya lakukan hampir tiga tahun. Kini Elling Bra sudah memiliki distributor hampir di seluruh kota di Indonesia, mulai dari Pulau Medan, Palembang, Lampung, Makassar hingga Manado. Di Jawa ada di Cirebon, Semarang, Blora, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.

Selain bra, Fenny juga membuat longtorso dan bustier (Foto: Repro Dok Pri Ahmad Fadilah)

Bra buatan Anda, lain dari yang lain, ya?

Iya. Karena setiap orang akan dibuatkan sesuai ukuran lingkar dadanya jadi pasti lebih nyaman. Penanganan one on one seperti itu juga membuat konsumen lebih tahu bagaimana menggunakan bra yang benar dan cara merawatnya. Dengan begitu, tercapailah bentuk payudara yang indah sesuai yang diinginkan. Jadi bra bukan hanya sekadar soal menutup payudara saja!

Calon pembeli bisa pesan khusus? Misalnya untuk mantan penderita kanker?

Sangat bisa. Untuk para penderita kanker payudara yang diangkat payudaranya, bisa dibuatkan khusus, pas, dan nyaman sehingga pemakaianya tetap percaya diri. Biasanya para penderita kanker payudara susah mencari sumpelan dan busa yang pas karena payudara kanan dan kiri tidak seimbang lagi.

Di sinilah peran Elling Bra untuk membuatkan yang nyaman dan tentunya sehat. Saya akan memberi konsultasi dan busa Elling Bra gratis bagi penderita kanker yang payudaranya sudah diangkat. Silakan hubungi saya dan berikan nomor ukuran bra-nya.

Hal utama apa yang ditawarkan Elling Bra?

Saya menawarkan kesehatan secara natural. Bra buatan saya tidak menggunakan bahan tambahan lain pada bra. Misalnya, ion, magnet atau lainnya. Bra ini sederhana saja, tapi hasilnya bisa maksimal. Semua distributor Elling Bra sudah menggunakan produk ini sehingga mereka mengerti bagaimana perubahan yang terjadi, dan akan lebih nyaman ketika menawarkan ke konsumen.


bersambung...

Modal Bisnis Katering Cuma Rp 50 Ribu!

Bermula dari warung mungil di pinggir jalan kecil, Rini Widijati (39) memulai usaha katering bernama Pe’De Catering, kini pelanggannya sejumlah artis dan perusahaan besar di Jakarta. Perjalanan membangun usaha dengan modal awal Rp50 ribu memang tak semudah membalikkan tangan.

K atering Pe’De itu, kependekan dari apa, sih?

Oh, itu singkatan dari nama anak saya, Puspa Aisyah D’arni. Kami baru dikaruniai momongan setelah lima tahun menikah. Jadi Icha (10), nama panggilan anak kami, adalah buah hati yang sudah lama kami nantikan kelahirannya.

Sejak kapan mulai buka usaha katering?

Sekitar 2003. Ceritanya, saya memutuskan berhenti dari pekerjaan yang sudah 10 tahun saya tekuni di perusahaan taksi. Gara-garanya, saya amat berat meninggalkan anak tunggal kami, Icha. Apalagi, waktu masih bayi Icha tidak bisa ditinggal karena tidak mau minum susu formula. Dan ternyata, setelah setahun lamanya “hanya” menjadi ibu rumah tangga, tinggal di rumah saja, saya mulai bosan. Mungkin sudah terbiasa kerja, ya. Akhirnya, saya menyibukkan diri mengikuti berbagai kursus memasak.

Kursus masak di mana?

Banyak. Di antaranya, saya pernah jadi muridnya Rudy Choirudin dan Nila Chandra. Padahal, dulu waktu masih bekerja, saya jarang memasak. Mungkin ini yang dinamakan bakat, ya. Dari pada ilmu belajar memasak jadi percuma, saya punya ide untuk buka warung. Kan, hasilnya bisa dinikmati keluarga juga. Apalagi, teman-teman kursus saya rata-rata sudah punya restoran atau katering.

Saat memulai usaha, warung kami cuma mungil saja di pinggir jalan kecil di daerah Warung Buncit, Jakarta Selatan. Setiap pagi, jalan di sana macet. Tapi justru di situlah keuntungan saya.

"Saya sempat ikut kursus masak di berbagai tempat," tutur Rini yang punya koleksi buku resep ratusan buah (Foto:Daniel)

Maksudnya?

Begini, tiap pagi saya memasak risoles. Selesai masak, pegawai saya yang mengantarkan ke warung di seberang rumah kontrakan kami. Nah, bersaman dengan itu lalu-lintas biasanya tengah macet. Orang-orang yang sedang kena macet itu lantas membuka kaca mobilnya saat pegawai saya melintas. Para pengendara mobil itu bertanya kepada pegawai saya, sedang membawa barang apa? Rupanya para pengendara mobil itu ingin mencicipi risoles saya untuk mengganjal perut. Mungkin mereka belum sempat sarapan dari rumah, ya.

Karena risolesnya masih hangat, mereka jadi suka. Sejak itu, banyak yang mampir ke warung saya yang kecil itu buat beli risoles. Padahal, pertama kali membuka usaha, modal saya cuma Rp 50 ribu, lho. Tapi cukup untuk bikin beragam menu.

Lalu?

Karena dagangan saya makin laris, saya mengontrak warung di sebelah yang lebih besar. Sistem layanannya saya bikin jadi warung makan prasmanan. Tiap jam makan siang, warung saya dipenuhi orang kantoran yang mengantre makan. Sejak itu keberadaan warung saya mulai tersebar dari mulut ke mulut. Mulai banyak orang yang memesan katering untuk acara di kantornya atau arisan.

Ditambah lagi, suami saya sering memotret menu-menu atau tumpeng pesanan, lalu fotonya dipajang di warung disertai nomor telepon. Lucunya, kebanyakan pembeli saya justru dari daerah yang jauh dari rumah, bukan dari sekitar lingkungan rumah atau warung saya.

Siapa pelanggan pertama katering Anda?

Perusahaan di mana saya pernah bekerja, yaitu perusahaan jasa taksi Blue Bird. Kalau sedang ada training , perusahaan itu minta saya menyediakan kateringnya. Sebelumnya, saya memang sering mengundang bekas teman-teman kerja untuk makan di rumah. Dari situ mereka menyarankan untuk buka usaha. Banyak juga dari mereka yang pesan katering untuk makan siang.

Lalu?

Sayangnya, warung yang saya kontrak hanya diizinkan hingga 3 tahun, padahal saya berharap bisa 10 tahun. Asal tahu saja, kami sudah merenovasi dapur rumah itu, sengaja diset untuk bisnis katering. Akhirnya, kami terpaksa pulang ke rumah kami di Bogor. Namun, karena telanjur sudah tanda tangan kontrak dengan pelanggan, katering tetap kami antar dari Bogor.

Seperti membangun bisnis dari awal lagi, dong?

Iya. Ternyata, tinggal di rumah Bogor juga membosankan. Apalagi, Icha setiap hari harus sekolah di Menteng, Jakarta. Setelah dua tahun di Bogor, kami memutuskan pindah lagi ke Jakarta. Karena tidak punya tempat untuk berjualan, kami berjualan lewat internet. Kami mulai mengumpulkan pelanggan lagi pelan-pelan. Pelanggan yang lama tetap kami layani.

Bagaimana caranya mengumpulkan pelanggan?

Biasanya, tiap kali pegawai saya mengantarkan katering ke apartemen atau kantor, di sana ada penghuni atau karyawan yang bertanya-tanya ke dia, dan akhirnya jadi pelanggan baru. Yang sebelumnya hanya beberapa orang saja, lama-kelamaan jadi makin banyak. Bahkan, ada juga yang jadi pelanggan saat sedang terjebak macet di jalan.

Siapa saja pelanggan Anda sekarang?

Selain perusahaan taksi, juga ada perusahaan tambang, stasiun radio, kantor pemerintah, stasiun teve (terutama untuk sahur), perusahaan-perusahaan yang punya call center 24 jam, dan sebagainya. Ada juga sekolah TK dan SD Indonesia Montessori yang sudah 5 tahun jadi pelanggan. Para penghuni apartemen, termasuk Apartemen Taman Rasuna, dan penghuni perumahan di daerah sekitar Mampang, Tendean, Kemang, Senopati, Kebayoran Baru, dan sebagainya. Pernah juga pejabat dan artis memakai jasa kami.

Apa, sih, risikonya berbisnis katering?

Untuk katering rumahan, rantang seringkali tidak dikembalikan. Dulu kadang malah kembali dalam keadaan penyok. Akhirnya saya berlakukan sistem deposit untuk pelanggan baru. Uangnya akan kami kembalikan saat dia berhenti berlangganan. Akhirnya pelanggan jadi mau menjaga rantangnya. Kemacetan di jalan juga jadi salah satu kendala yang kadang-kadang sulit diprediksi.

Pernah, kami dapat order katering dari instansi pemerintah yang letaknya tidak jauh dari kami. Namun, ada truk yang mogok di tengah jalan yang membuat pengantaran yang harusnya cuma 15 menit jadi molor berjam-jam. Mobil berisi makanan pembuka sudah sampai lokasi, tapi mobil yang membawa menu utama malah terjebak macet. Akhirnya makanan sedikit demi sedikit diangkut pakai motor. Saya sampai tak bisa tidur berhari-hari, padahal sudah berkali-kali minta maaf ke si pemesan.

Pengalaman buruk lainnya?

Kami nyaris tertipu jutaan rupiah. Ceritanya, suatu hari ada orang yang mengaku dari instansi pemerintah menelepon pada hari Jumat siang. Si penelepon minta kami menyediakan katering untuk acara kantornya pada hari Senin-Rabu. Katanya, ada masalah dengan katering sebelumnya sehingga mendadak cari katering lain. Total pesanan mereka kalau tidak salah sekitar Rp 67 juta.

Tapi dia bilang akan menuliskan cek sejumlah Rp 80 juta. Kami diminta membawa uang selisihnya, Rp 13 juta dalam bentuk tunai, Jumat itu juga. Kami jadi curiga, bagaimana kalau ceknya ternyata kosong? Tawaran itu kami tolak. Dia tampaknya tahu kami sadar akan ditipu, sejak itu teleponnya tidak bisa lagi dihubungi. Padahal sebelumnya dia berkali-kali menelepon, lho.

Apa saja jasa katering yang ditawarkan?

Kami menerima order katering untuk acara kantor, khitanan, pesta, arisan, dan order katering rumahan. Untuk rumahan, makanan diantar satu kali sehari, menunya cukup untuk dua kali makan, masing-masing empat porsi. Harganya bervariasi.

Semua menu Pe'De catering dijaga kebersihannya (Foto: Daniel)

Apa menu khas katering Anda?

Risoles. Pernah, dalam satu acara di instansi militer, seorang istri pejabat bolak-balik ke meja prasmanan hanya untuk menyantap risoles buatan saya. ha...ha...ha...

Pelanggan juga menyukai es buah. Biasanya es buah ini saya bikin dulu, lalu dimasukkan ke dalam freezer beserta termosnya. Bisa tahan lama meski tanpa pengawet. Rasa buahnya jadi lebih enak dan lembut. Isinya ada 12 macam buah.

Lalu, apa kiat sukses Anda?

Harus benar-benar suka memasak. Kalau enggak hobi, pasti cepat bosan. Ini bisnis yang melelahkan, tapi untungnya besar. Banyak orang bisa masak, tapi enggak banyak yang mau sabar dan teliti menghadapi pelanggan yang bermacam-macam karakternya. Setiap keluhan atau permintaan harus diterima dengan lapang dada. Yang juga penting, tidak terlambat mengantar pesanan. Bila sudah tahu akan terlambat, sebaiknya harus memberitahu si pelanggan dulu.

Dulu, katanya suka nekat menerima pesanan menu yang belum pernah dibuat, ya?

Ha ha ha… iya. Habis, kalau saya tolak dengan alasan belum pernah bikin, nanti orang berpikir katering saya cuma main-main. Jadi, saya terima saja dulu pesanannya. Setelah itu saya buka buku resep, mencoba bikin, lalu saya cari rumah makan yang menjual menu itu. Maksudnya untuk membandingkan rasanya. Misalnya, selat solo. Syukurlah, selama ini pemesan selalu puas dengan rasanya. Saya juga punya buku resep jumlahnya satu lemari besar.

Omong-omong, suami berhenti kerja demi membantu bisnis ini?

Suami, Mohamad Arid Isnadi, justru lebih dulu berhenti kerja. Dia seperti saya, dulu sama-sama ditempatkan untuk perwakilan di hotel. Setelah berhenti, dia membuka usaha pariwisata sendiri, sambil membantu saya memasarkan katering ini.

Sumber : tabloidnova



Thursday, 4 November 2010

Varises ???? Pengganggu Kulit Wanita

Varises adalah pelebaran abnormal rongga pembuluh darah balik (vena) akibat tekanan arus balik darah yang mengalir di dalamnya. Tekanan arus balik darah terjadi akibat dua hal. Pertama, adanya sumbatan/penekanan yang menghalangi arus balik darah (misalnya pada ibu-ibu hamil besarnya kandungan menekan pembuluh darah balik utama di daerah perut), dan kedua adalah bila arus balik darah menuju jantung lebih banyak daripada normal pada pembuluh darah yang bebas sumbatan/penekanan (misalnya pada tungkai yang beraktifitas lebih berat daripada orang normal).

Pada kedua keadaan tersebut, besarnya laju arus darah menyebabkan rongga pembuluh darah tidak hanya melebar, bahkan menjadi berkelok-kelok dan bercabang-cabang.

Varises tungkai terjadi di sepanjang paha sampai ke betis dan telapak kaki. Pembuluh darah balik (vena) di daerah tungkai letaknya di permukaan, berada sedikit di bawah lapisan kulit, sehingga seringkali membayang sebagai garis samar berwarna kebiru-biruan. Pada keadaan di mana pembuluh darah balik tungkai mengalami varises, gambaran kebiru-biruan pembuluh darah balik menjadi lebih jelas, termasuk gambaran yang berkelok-kelok atau bercabang-cabang.

Masalah yang terjadi akibat varises tungkai bukan hanya masalah kosmetis kulit tungkai yang tidak tampak baik akibat gambaran kebiru-biruan pembuluh darah. Yang lebih serius jika daerah dimana terjadi varises tungkai terjadi luka dan terinfeksi, sehingga penyembuhannya menjadi lebih sulit dan komplikatif.

Pencegahan varises:

1 Batasi Pemakaian High-Heels

Menghindari tumpuan berlebihan pada tungkai, antara lain dengan mengatur berat badan dan menghindari pemakaian sepatu tumit tinggi yang terlalu lama dan terlalu sering. Bobot tubuh ekstra membuat kerja tungkai menjadi lebih berat daripada normal, kerja otot-otot tungkai menjadi lebih giat. Imbasnya, arus aliran balik darah dari tungkai menuju jantung menjadi lebih besar dan tekanannya menjadi semakin meninggi.

Pemakaian sepatu tumit tinggi menambah jarak yang harus dicapai aliran balik darah dan membuat beberapa otot tungkai bekerja lebih giat, sehingga kompensasinya tekanan arus aliran balik darah menjadi semakin meninggi.

2 Istirahatkan Tungkai

Mengatur aktivitas tungkai dan mengatur posisi tungkai saat istirahat dengan menyempatkan tungkai beristirahat di antara interval aktivitasnya. Julurkan tungkai lurus dan ganjal dengan 1 atau 2 bantalan di saat duduk istirahat atau di saat berbaring istirahat agar aliran arus balik darah mengalir dengan lancar dalam tekanan yang normal.

Dalam beberapa keadaan, memberi rendaman air hangat pada kaki dan tungkai bawah dapat membantu lancarnya aliran balik darah.

3 Selalu Bersih dan Lembap

Jaga kebersihan dan kelembaban kulit tungkai untuk menghindari kemungkinan perlukaan dan infeksi.

Penanganan varises:

1 Garmen Elastis

Pakailah garmen elastis khusus pada tungkai yang mampu memberi tambahan tekanan pada pembuluh darah balik (vena) secara merata dari telapak kaki sampai ke pangkal paha. Bentuk garmen elastis khusus ini biasanya seperti stocking atau celana panjang ketat.

2 Injeksi zat-zat skleroterapi

Ini dilakukan pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang tampak berkelok-kelok dan bercabang-cabang untuk menciutkan rongga pembuluh darah balik (vena).

3 Pembedahan

Tindakan operasi stripping ini melepaskan pembuluh darah balik (vena) sepanjang tungkai dari struktur sekitarnya kemudian dibuang.

4 Kombinasi ketiga jenis penanganan tersebut.

Penanganan varises yang telah terjadi dilakukan oleh dokter bedah plastik dan memberi hasil yang cukup baik. Tetapi, bagaimana juga mencegah akan lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati.

Parut Bekas Luka

Orang ras Asia mendapat berkah Tuhan berupa proses penuaan kulit yang tidak separah ras Kaukasia. Sebaliknya, orang ras Asia memiliki parut bekas luka yang lebih jelek. Pada ras Kaukasia, luka menyembuh dengan bekas lebih halus dan lebih tersamar, sementara orang ras Asia lebih rentan menimbulkan jaringan bekas luka yang tumbuh berlebihan (parut luka hipertrofik), bahkan menjadi keloid.

Penanganan:

1 Injeksi kortikosteroid

Tindakan ini dilakukan pada jaringan ikat bekas luka yang tumbuh melebihi batas luka asli. Injeksi ini bertujuan untuk memecah jalinan-jalinan jaringan ikat yang berlebihan sehingga nantinya menciutkan ukuran bekas luka. Injeksi ini dilakukan dalam beberapa seri, dengan interval antara injeksi 2-3 minggu sekali.

2 Pembedahan

Tindakan pembedahan berupa operasi eksisi jaringan ikat bekas luka yang tumbuh melebihi batas luka aslinya.

3 Kombinasi dari ketiga jenis penanganan

Ini memberikan hasil lebih baik daripada penanganan secara tunggal.

Yang perlu diketahui, bekas luka selalu berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mendapatkan hasil penyembuhan luka yang optimal.


Sumber : tabloidnova.com


Wednesday, 3 November 2010

Agar Si Kecil Tidak Jadi "Berani"

Lo, bukankah yang bagus kalau anak itu berani? Memang betul, Bu-Pak, tapi kalau beraninya sampai "memporak-porandakan" isi rumah orang lain, kan, jadi masalah. Nah, bagaimana caranya agar si kecil tak jadi "berani"?

"Mungkin lebih enak punya anak pemalu atau pendiam, paling-paling dia cuma nempel sama kita seperti anaknya teman saya. Pokoknya, enggak bakal bikin ulah kayak anak saya, si Rio, bandelnya bukan main," tutur Ny. Dita (31).

Pasalnya, si Buyung yang berusia 2 tahun 8 bulan dan lagi aktif-aktifnya itu, setiap kali diajak bertamu, begitu menjejakkan kakinya di lantai rumah tuan rumah, langsung "lepas kendali". Dengan polosnya ia memeriksa setiap sudut rumah, memegang-megang setiap benda yang menarik perhatiannya, dan juga mencecar tuan rumah dengan berpuluh pertanyaan sampai si tuan rumah kewalahan.

Tak heran bila kemudian Ny. Dita beranggapan, lebih enak punya anak pemalu dan pendiam ketimbang "berani" seperti Rio. Padahal, punya anak pemalu dan pendiam juga tak seenak seperti yang dibayangkan Ny. Dita. Kalau dia nempel terus sama kita, kan, repot; kita enggak bisa leluasa bergerak. Jadi, bermasalah juga, kan?

LAGI SENANG BEREKSPLORASI

Perlu dipahami, pada usia batita ada beberapa aspek perkembangan yang dialami anak. Dari segi perkembangan sosial, "anak sedang belajar bersosialisasi, mengenal orang lain selain orang tua, dan mulai belajar melakukan kontak sosial," terang Zahrasari Lukita Dewi, S.Psi .

Seiring dengan itu, anak pun tengah belajar tentang baik-buruk, sopan dan tak sopan, dan sebagainya. "Jadi, pada saat yang sama, aspek sosial dan moralnya tengah mengalami pengembangan," lanjutnya. Kemudian, dari sisi perkembangan fisik, anak usia ini mulai mengasah motorik halusnya, meskipun masih lebih banyak motorik kasarnya yang muncul. Misalnya, makan sendiri tanpa banyak yang tercecer, mulai bisa menggunakan pensil, dan sebagainya.

"Semua perkembangan ini berjalan berkesinambungan dan simultan sehingga harus diselaraskan," jelas psikolog pada Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta ini. Disamping itu, anak usia ini juga lagi senang-senangnya bereksplorasi. Jadi, sangat wajar bila ia selalu curious terhadap hal-hal baru yang ditemuinya.

Misalnya, saat bertamu dan melihat sesuatu yang baru, ia langsung main pegang. Nah, sejauh mana hal itu boleh dilakukan, itulah yang harus diajarkan kepada anak. "Anak itu, kan, polos. Kalau lihat sesuatu yang menarik perhatiannya, ya, akan langsung ia pegang. Jadi, sebetulnya wajar bila anak di usia ini menjadi berani dalam tanda petik."

Apalagi, sambung wanita yang akrab disapa dengan panggilan Aya ini, anak juga mulai punya model sehingga ia pun akan menirunya. Bukankah di usia ini anak juga tengah berada dalam tahap imitasi (peniruan)? Jadi, kalau ia punya model yang "berani", ya, enggak heran bila ia juga "berani". Misalnya, ia melihat temannya "berani" pegang ini-itu sewaktu main di rumahnya. Ia pun berpikir, "Oh, ternyata kalau anak lain seperti itu. Berarti aku juga harus begitu." Padahal, apa yang dilakukan si model belum tentu benar, kan?

JADI "BERANI"

Nah, dengan perkembangan anak yang demikian, bila orang tua mengajarkan norma-norma, memberi kesempatan untuk bereksplorasi, serta modelnya pun ada dan benar, maka anak akan berkembang menjadi anak yang berani dalam arti tak takut untuk belajar bersosialisasi semisal berkenalan dengan orang baru atau memasuki suatu lingkungan baru. Jadi, bukan berani seperti "berani"nya si Rio dalam contoh di atas.

Sebaliknya, jika anak dibiarkan tanpa diberi bekal dan langsung dicemplungin ke suatu lingkungan baru, "ya, tentunya ia akan bingung," ujar Aya. Soalnya, ia tak tahu harus seperti apa, harus berbuat bagaimana yang sesuai dengan tuntutan lingkungan. Akibatnya, ia pun akan bingung ketika ditolak dan dikatakan negatif oleh lingkungan karena tindakannya itu. "Ia juga bisa menjadi tertekan."

Selain itu, anak pun bisa menjadi over . Jangan lupa, di usia ini anak banyak menerima input, baik yang positif maupun negatif. Bila input positif yang seharusnya ia dapat dari orang tua atau pengasuh ternyata tak diperolehnya dan hanya input negatif yang ia terima, maka ia pun akan mengikutinya.

Misalnya, anak melihat model temannya yang suka bertindak kasar seperti memukul, merebut/merampas, dan sebagainya. Ia akan berpikir, oh, caranya minjam itu harus merebut; oh, kalau nggak suka itu tinggal pukul saja, dan sebagainya. "Nah, ia akan mengikutinya. Mungkin di rumah hal itu memang tak berlaku, tapi kalau orang tua tak pernah mengajarkan bahwa hal itu tak boleh, ya, mana anak akan tahu."

Dengan demikian, orang tua pun tak bisa mengatakan bahwa tindakan anaknya yang "berani" itu sebagai nakal/bandel. Wong, orang tua juga enggak pernah mengajarinya, kok. Itulah mengapa, tandas Aya, pentingnya anak diajarkan norma-norma sosial agar ia tahu mana yang boleh dan tak boleh, mana yang baik dan buruk,benar-salah, dan sebagainya.

CARI PERHATIAN

Tentu saja, tak ada kata terlambat untuk "membentuk" anak karena ia masih berkembang. Jadi, kalau di usia ini ia bandel, belum tentu di usia sekolah nanti ia akan bandel juga. Yang penting, ujar Aya, orang tua cepat menyadari bahwa apa yang dilakukan anaknya itu salah sehingga bisa segera diperbaiki. "Lewat proses belajar, lama-lama anak pun bisa berubah jadi lebih baik."

Nah, yang perlu dilakukan orang tua ialah menjelaskan kepada anak bahwa tindakannya yang "berani" itu tak bisa diterima oleh lingkungan. Misalnya, "Ade boleh kenalan tapi nggak boleh ditarik-tarik tangan temannya. Nanti dia bisa jatuh. Kan, sakit. Kalau begitu, Ade enggak pintar, ah."

Dengan demikian, anak belajar bahwa menarik-narik tangan orang selagi bersalaman atau berkenalan adalah tak boleh secara moral, bisa menyakiti orang itu, dan saya jadi anak nakal. Contoh lain, anak naik ke atas sofa saat bertamu dan orang tua bilang, "Ade, enggak boleh naik ke atas sofa, dong. Malu, kan, sama Tante."

Jadi, anak diarahkan agar ia tahu. Jika anak sudah diarahkan tapi tetap saja melakukan, menurut Aya, bisa jadi karena orang tua tak konsisten menerapkan norma; kadang boleh, kadang tidak. Itulah mengapa, Aya minta orang tua agar bersikap konsisten, "kalau enggak boleh, ya, enggak boleh. Jangan hari ini enggak boleh tapi besoknya boleh. Begitu pun sebaliknya."

Kemudian, terapkan pola rewarding . "Bila anak bertingkah baik, berilah hadiah atau pujian sehingga tingkah laku itu akan diulangnya. Jangan menunggu sampai anak melakukan kesalahan dulu." Selain lantaran orang tua tak konsisten, sikap anak yang "membandel" bisa juga disebabkan ia cuma ingin mencari perhatian; entah dari orang tua atau orang yang baru dikenalnya.

Bila niatnya mencari perhatian dari orang tua, ada banyak sebab. Bisa karena anak belajar bahwa kalau ia bertingkah "berani" , maka ayah dan ibu akan memberi perhatian lebih dibanding bila ia bersikap manis; orang tua memang kurang memberi perhatian, anak sedang tak enak badan tapi tak bisa mengungkapkannya, atau karena ia merasa kangen.

"Tapi kalau anak tengah mencari perhatian dari orang asing, biasanya karena pada dasarnya anak masih malu atau belum tahu caranya supaya orang lain memberi perhatian kepadanya." Pada kasus yang ekstrim, lanjut Aya, anak mencari perhatian karena ia memang under attention (kurang perhatian). "Anak seperti ini biasanya sangat kelihatan over acting-nya." Jadi, kita juga harus lihat kualitasnya. "Ada kalanya anak mencari perhatian hanya karena ingin disapa, ingin diakui keberadaannya, tapi ada anak yang bertingkah 'berani' karena memang ingin cari gara-gara." Bila demikian, orang tua harus tegas.

SI KECIL BISA, LO, MENJADI TAMU YANG BAIK

Sebenarnya enggak sulit, kok, Bu-Pak, mengajari si kecil agar menjadi tamu yang baik. Bapak dan Ibu hanya perlu menyelaraskan antara tuntutan lingkungan, termasuk budaya, dengan apa yang harus diberikan kepada anak. Toh, kita pun sudah tahu standar umum dalam bertamu; antara lain harus sopan, harus kasih salam dulu kepada tuan rumah, tak boleh memegang-pegang benda-benda milik empunya rumah tanpa ijin, dan sebagainya.

Nah, bila kita bisa menyelaraskan standar tersebut dengan apa yang akan kita berikan pada si kecil, dijamin si kecil akan tahu diri saat bertamu. Untuk itu, yang perlu kita lakukan antara lain mengajari anak cara berkenalan. "Ini merupakan modal bagi anak untuk berani belajar bersosialisasi karena ia merasa bisa masuk ke dalam tuntutan sosial," jelas Aya .

Kemudian, ajak anak untuk banyak bertamu sejak dini supaya bertandang ke rumah orang bukan menjadi sesuatu yang asing baginya. Tapi jangan beri anak bermacam-macam pesan sebelum berangkat, "Ade jangan ini, ya, jangan itu. Ade harus begini, harus begitu," karena hanya akan memberinya gambaran bahwa berkunjung ke rumah orang adalah sebuah situasi yang justru membuatnya merasa terancam.

Sebaiknya, saran Aya, pesan yang disampaikan seperlunya saja. Misalnya, "Nanti di rumah teman Mama, Ade jangan nakal, ya." Seiring dengan itu, perlahan-lahan kita masukan ajaran mengenai standar umum dalam bertamu, termasuk bagaimana cara minum atau mengambil kue yang disuguhkan. Tentu pengajarannya disesuaikan dengan tingkat berpikir anak. Dengan demikian, "anak akhirnya jadi tak malu dan tahu bagaimana caranya bertamu."


Sumber : tabloidnova.com

Tips Atasi Hasrat Seksual

Pada usia 18 tahun, ereksi anda terjadi dalam seketika, sekeras batang kayu dan sekencang kulit genderang. Kini, penis anda sering seperti bonsai dan kadang-kadang lemas, terkulai. Apakah ini sebuah bencana? Mungkin tidak perlu, kata dokter. Sudut, ukuran, rentang waktu antara dua ereksi dan berapa lama anda mampu mempertahankannya, semua berubah sejalan dengan usia.

"Perubahan-perubahan itu normal. Namun tidak berarti bahwa anda akan kehilangan semuanya," kata Saul Rosenthal, M.D., direktur Sexual Therapy Clinic of San Antonio di San Antonio, Texas, dan pengarang Sex over Forty. "Ketika seorang pemuda 19 tahun bercinta, ia slap melakukannya lagi setelah beberapa menit. Pada usia 30 tahun, anda memerlukan waktu 20 menit, dan pada usia 45, anda harus menunggu setidaknya satu jam sebelum mendapatkan ereksi lagi."

Ketika anda baru pertama kali melakukannya bersama istri anda, anda akan mengusahakan setiap waktu yang ada untuk mengulanginya. Akan tetapi pelan-pelan, setelah badai mereda, anda melakukannya beberapa hari sekali, beberapa minggu sekali, beberapa bulan sekali, bahkan akhirnya anda sendiri mencoba menghindari hubungan intim.

Sampai 48 persen orang Amerika telah kehilangan minat mereka pada seks, setidaknya untuk sementara, demikian hasil pemantauan beberapa peneliti. Libido seorang pria wajarnya berkurang selewat usia 45 tahun, kata Helen S. Kaplan, M.D., Ph.D., direktur Human Sexuality Teaching Program di New York Hospital Cornell Medical Center di New York City.

Depresi, ketagihan alkohol, dan penyakit kironis seperti penyakit liver merupakan beberapa penyebab fisik vang dapat mempercepat proses itu, kata Dr. Alexander. Akan tetapi masalah-masalah fisik jarang mengurangi hasrat seksual pada pria kurang dari 55 tahun.

Kecemasan dan kelelahan mengurus bayi baru lahir sering kali membuat gairah bercinta pasangan suami istri (pasutri) surut, terutama pada wanita. Bila trauma dikelola dengan baik, kehidupan seks bisa kembali berjalan dengan baik seperti semula.

Menurunnya gairah seksual disebabkan oleh trauma psikis maupun fisik. Ditinjau dari segi fisik, wanita mengalami perubahan sangat drastis di dalam tubuh. Mengandung dan melahirkan normal maupun caesar dapat menyebabkan trauma pada wanita.

Ambil contoh, trauma fisik bisa terjadi saat melahirkan. Rasa sakit akibat pengguntingan bagian dalam vagina (episiotomi) untuk melancarkan jalan lahir untuk menghindari terjadinya perobekan yang berat. Tentu saja, tindakan ini membutuhkan waktu untuk penyembuhan.

Sedangkan trauma psikis (kejiwaan) terjadi pada wanitausaimelahirkanyangbelum siap dan memahami segala urusan mengurus anak. Dari mulai merawat anak, merawat payudara yang sudah siap mengeluarkan susu, cara pemberian susu yang benar sampai urusan mengganti popok. Akibatnya, ibu merasa lelah, capek, dan menyebabkan gairah menurun dan enggan untuk berhubungan seksual.

"Masalahnya tidak harus dalam arti bahwa la tidak senang atau tidak nyaman dengan hasrat seksualnya sendiri. Yang terjadi biasanya la ingin lebih banyak atau lebih sedikit daripada pasangannya," kata Michael Seller, Ph.D., asisten direktur Phoenix Institute di Chicago dan pengarang Inhibited Sexual Desire. "Apabila gairah anda tidak semenyala pasangan anda, anda dapat merasa lemah, tidak normal, dan merasa tua."

Berikut ini beberapa gagasan gairah dalam hubungan anda.

Bicarakan secara baik-baik. Bila istri anda ingin berhubungan empat kali dalam seminggu sedangkan anda hanya ingin empat kali dalam sebulan, bicarakan masalah ini untuk mencapai kompromi. Tanpa itu, masalah akan semakin buruk. "Pasangan harus menyampaikan apa pun yang mereka rasakan," kata Dr. Seiler. "Kalau mereka tidak mampu berhubungan secara emosi, kecil kemungkinan mereka juga dapat berhubungan dengan cara lain."

Bila anda merasa bahwa pasangan anda kehilangan gairah seksual, jangan sampai mengatakan "Ini gawat" atau "Kamu sudah uzur," kata Anthony Pietropinto, M.D., seorang psikiater di New York City dan pengarang Not Tonight, Dear: How to Reawaken Your Sexual Desire. Sebagai ganti, katakanlah "Kelihatannya belakangan ini kamu tidak begitu tertarik pada seks, ada yang bisa aku bantu?" Yang penting adalah melepaskan beban dari pundak pasangan anda.

Berkhayal. "Belajar berfantasi dan membayangkan seks dapat menghangatkan gairah seksual anda," kata Dr. Seiler. Untuk melakukannya, luangkan waktu lima menit setiap hari untuk membayangkan gambaran seksual yang merangsang anda. anda bisa membayangkan pasangan anda sendiri, seorang bintang film, atau bahkan mantan pacar anda. Catat mana yang paling membuat anda merangsang. Kemudian ketika anda berada dalam situasi seksual, ingat kembali bayangan tadi, dan perhatikan apakah itu dapat membuat anda terangsang.

Sumber:konseling.net dan dechacare.com

Menjawab Si Kecil yang Kritis (bagian 1)

Jangan heran jika tiba-tiba anak yang baru berumur 3 tahun melontarkan pertanyaan sulit seperti, “Kenapa langit berwarna biru, Ma?” Jawaban seperti apa yang sebaiknya Anda berikan dan pertanyaan sulit apa lagi yang sering dilontarkan anak?

Pertanyaan seperti di atas seringkali dianggap sebagai pertanyaan kritis anak. Sikap kritis biasanya mulai muncul pada saat anak berusia tiga tahun atau lebih.

Di usia ini, rasa ingin tahu seorang anak sedang hebat-hebatnya. Namun, sikap kritis seorang anak tidak selalu berhubungan dengan tingkat kecerdasan. Sikap kritis lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia dibesarkan. Anak yang kritis biasanya mendapat kebebasan untuk mengemukakan pendapat, tanpa takut dimarahi.

Selain itu, sikap kritis juga sangat dipengaruhi oleh rangsangan dari luar, seperti buku, televisi, majalah, informasi dari teman bermain, dari saudaranya, dan sebagainya. Wawasan baru ini akan ia gali dengan jalan bertanya, kepada orang tua misalnya.

Biasanya, anak yang banyak bertanya sering dianggap cerdas. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Jenis atau bentuk pertanyaan yang diajukan juga berbeda. Anak yang biasa-biasa saja lebih banyak mengajukan pertanyaan “Apa” dan “Di mana”. Misalnya, “Apa nama benda itu?” atau “Di mana bonekaku?” Sedangkan anak cerdas lebih sering menggunakan kata tanya “Mengapa”. Misalnya, “Mengapa bulan ada di langit?” atau “Mengapa matahari terbenam?” dan sebagainya. Intinya pertanyaan yang jawabannya merupakan hubungan sebab-akibat.

Adakalanya pertanyaan anak kritis membuat orang tua bingung dan tak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Yang harus Anda lakukan adalah menjawab dengan jawaban sederhana yang bisa dicerna akal anak. Tak perlu jawaban yang rumit-rumit, karena malah akan semakin membuat anak bingung. Serumit apa pun pertanyaan anak, belum tentu butuh jawaban yang juga rumit.

Jika pertanyaannya terlalu sulit dan orang tua tidak bisa menjawab, sebaiknya berterus terang dan janjikan ia akan memperoleh jawabannya di lain waktu. “Coba nanti Mama tanya ke Papa dulu ya, atau Mama cari di komputer.” Dengan demikian, anak akan belajar memahami bahwa ketidaktahuan merupakan hal yang wajar. Yang jelas, jangan sampai pertanyaan anak tidak terjawab, atau Anda menjawab sekenanya. Ini justru akan membuat anak menelan informasi yang salah. Intinya orang tua harus jujur.

Berikut beberapa pertanyaan sulit yang kerap dilontarkan anak:

1. Dari Mana Adik Bayi datang?

Dulu, orang tua biasa menjawab dengan, “Dari burung bangau.” Namun, jawaban seperti itu kini tentu tak lagi tepat. Yang paling tepat adalah, “Adik bayi tumbuh di dalam perut ibu.” Jika kemudian, anak datang dan bertanya lebih lagi mengenai Si Bayi di dalam perut, Anda bisa menjelaskannya lebih lengkap. Misalnya, adik bayi tumbuh di dalam rahim ibu, sebuah tempat spesial di dalam perut ibu, dan kemudian keluar melalui jalan yang disebut vagina.

2. Menstruasi itu apa sih, Ma? Kenapa kalau cowok tidak keluar darahnya?

Jelaskan padanya bahwa anak laki-laki memiliki cara yang berbeda selama masa pubertas, misalnya suara menjadi lebih besar atau tumbuh rambut di wajahnya. Tapi, kalau anak perempuan mengalami menstruasi, karena terjadi perubahan di dalam rahimnya dan anak laki-laki tidak memiliki rahim.

3. Diperkosa itu apa sih?

Orang tua mana yang tak bingung jika Si Kecil mengajukan pertanyaan semacam ini. Orang tua tentu tak bisa menjelaskan peristiwa sebenarnya pada anak. Jalan keluarnya, gunakan analogi. Misalnya, perkosaan itu perlakuan yang sangat menyakitkan dari seorang laki-laki pada perempuan. Seperti halnya orang dirampok atau ditodong pisau di jalan. Hubungan antara kedua aksi tersebut ada, yakni perbuatan yang menyakiti orang lain. Konsekuensi dari kejadian tersebut pun harus diberitahukan pada anak, yaitu bahwa tindak kejahatan semacam itu harus dilaporkan pada pihak berwajib agar pelakunya mendapat hukuman yang setimpal.

tabloidnova.com

Hasto Prianggoro / bersambung