iklan 1

Wednesday, 3 November 2010

Tips Atasi Hasrat Seksual

Pada usia 18 tahun, ereksi anda terjadi dalam seketika, sekeras batang kayu dan sekencang kulit genderang. Kini, penis anda sering seperti bonsai dan kadang-kadang lemas, terkulai. Apakah ini sebuah bencana? Mungkin tidak perlu, kata dokter. Sudut, ukuran, rentang waktu antara dua ereksi dan berapa lama anda mampu mempertahankannya, semua berubah sejalan dengan usia.

"Perubahan-perubahan itu normal. Namun tidak berarti bahwa anda akan kehilangan semuanya," kata Saul Rosenthal, M.D., direktur Sexual Therapy Clinic of San Antonio di San Antonio, Texas, dan pengarang Sex over Forty. "Ketika seorang pemuda 19 tahun bercinta, ia slap melakukannya lagi setelah beberapa menit. Pada usia 30 tahun, anda memerlukan waktu 20 menit, dan pada usia 45, anda harus menunggu setidaknya satu jam sebelum mendapatkan ereksi lagi."

Ketika anda baru pertama kali melakukannya bersama istri anda, anda akan mengusahakan setiap waktu yang ada untuk mengulanginya. Akan tetapi pelan-pelan, setelah badai mereda, anda melakukannya beberapa hari sekali, beberapa minggu sekali, beberapa bulan sekali, bahkan akhirnya anda sendiri mencoba menghindari hubungan intim.

Sampai 48 persen orang Amerika telah kehilangan minat mereka pada seks, setidaknya untuk sementara, demikian hasil pemantauan beberapa peneliti. Libido seorang pria wajarnya berkurang selewat usia 45 tahun, kata Helen S. Kaplan, M.D., Ph.D., direktur Human Sexuality Teaching Program di New York Hospital Cornell Medical Center di New York City.

Depresi, ketagihan alkohol, dan penyakit kironis seperti penyakit liver merupakan beberapa penyebab fisik vang dapat mempercepat proses itu, kata Dr. Alexander. Akan tetapi masalah-masalah fisik jarang mengurangi hasrat seksual pada pria kurang dari 55 tahun.

Kecemasan dan kelelahan mengurus bayi baru lahir sering kali membuat gairah bercinta pasangan suami istri (pasutri) surut, terutama pada wanita. Bila trauma dikelola dengan baik, kehidupan seks bisa kembali berjalan dengan baik seperti semula.

Menurunnya gairah seksual disebabkan oleh trauma psikis maupun fisik. Ditinjau dari segi fisik, wanita mengalami perubahan sangat drastis di dalam tubuh. Mengandung dan melahirkan normal maupun caesar dapat menyebabkan trauma pada wanita.

Ambil contoh, trauma fisik bisa terjadi saat melahirkan. Rasa sakit akibat pengguntingan bagian dalam vagina (episiotomi) untuk melancarkan jalan lahir untuk menghindari terjadinya perobekan yang berat. Tentu saja, tindakan ini membutuhkan waktu untuk penyembuhan.

Sedangkan trauma psikis (kejiwaan) terjadi pada wanitausaimelahirkanyangbelum siap dan memahami segala urusan mengurus anak. Dari mulai merawat anak, merawat payudara yang sudah siap mengeluarkan susu, cara pemberian susu yang benar sampai urusan mengganti popok. Akibatnya, ibu merasa lelah, capek, dan menyebabkan gairah menurun dan enggan untuk berhubungan seksual.

"Masalahnya tidak harus dalam arti bahwa la tidak senang atau tidak nyaman dengan hasrat seksualnya sendiri. Yang terjadi biasanya la ingin lebih banyak atau lebih sedikit daripada pasangannya," kata Michael Seller, Ph.D., asisten direktur Phoenix Institute di Chicago dan pengarang Inhibited Sexual Desire. "Apabila gairah anda tidak semenyala pasangan anda, anda dapat merasa lemah, tidak normal, dan merasa tua."

Berikut ini beberapa gagasan gairah dalam hubungan anda.

Bicarakan secara baik-baik. Bila istri anda ingin berhubungan empat kali dalam seminggu sedangkan anda hanya ingin empat kali dalam sebulan, bicarakan masalah ini untuk mencapai kompromi. Tanpa itu, masalah akan semakin buruk. "Pasangan harus menyampaikan apa pun yang mereka rasakan," kata Dr. Seiler. "Kalau mereka tidak mampu berhubungan secara emosi, kecil kemungkinan mereka juga dapat berhubungan dengan cara lain."

Bila anda merasa bahwa pasangan anda kehilangan gairah seksual, jangan sampai mengatakan "Ini gawat" atau "Kamu sudah uzur," kata Anthony Pietropinto, M.D., seorang psikiater di New York City dan pengarang Not Tonight, Dear: How to Reawaken Your Sexual Desire. Sebagai ganti, katakanlah "Kelihatannya belakangan ini kamu tidak begitu tertarik pada seks, ada yang bisa aku bantu?" Yang penting adalah melepaskan beban dari pundak pasangan anda.

Berkhayal. "Belajar berfantasi dan membayangkan seks dapat menghangatkan gairah seksual anda," kata Dr. Seiler. Untuk melakukannya, luangkan waktu lima menit setiap hari untuk membayangkan gambaran seksual yang merangsang anda. anda bisa membayangkan pasangan anda sendiri, seorang bintang film, atau bahkan mantan pacar anda. Catat mana yang paling membuat anda merangsang. Kemudian ketika anda berada dalam situasi seksual, ingat kembali bayangan tadi, dan perhatikan apakah itu dapat membuat anda terangsang.

Sumber:konseling.net dan dechacare.com

No comments:

Post a Comment