iklan 1

Thursday, 4 November 2010

Varises ???? Pengganggu Kulit Wanita

Varises adalah pelebaran abnormal rongga pembuluh darah balik (vena) akibat tekanan arus balik darah yang mengalir di dalamnya. Tekanan arus balik darah terjadi akibat dua hal. Pertama, adanya sumbatan/penekanan yang menghalangi arus balik darah (misalnya pada ibu-ibu hamil besarnya kandungan menekan pembuluh darah balik utama di daerah perut), dan kedua adalah bila arus balik darah menuju jantung lebih banyak daripada normal pada pembuluh darah yang bebas sumbatan/penekanan (misalnya pada tungkai yang beraktifitas lebih berat daripada orang normal).

Pada kedua keadaan tersebut, besarnya laju arus darah menyebabkan rongga pembuluh darah tidak hanya melebar, bahkan menjadi berkelok-kelok dan bercabang-cabang.

Varises tungkai terjadi di sepanjang paha sampai ke betis dan telapak kaki. Pembuluh darah balik (vena) di daerah tungkai letaknya di permukaan, berada sedikit di bawah lapisan kulit, sehingga seringkali membayang sebagai garis samar berwarna kebiru-biruan. Pada keadaan di mana pembuluh darah balik tungkai mengalami varises, gambaran kebiru-biruan pembuluh darah balik menjadi lebih jelas, termasuk gambaran yang berkelok-kelok atau bercabang-cabang.

Masalah yang terjadi akibat varises tungkai bukan hanya masalah kosmetis kulit tungkai yang tidak tampak baik akibat gambaran kebiru-biruan pembuluh darah. Yang lebih serius jika daerah dimana terjadi varises tungkai terjadi luka dan terinfeksi, sehingga penyembuhannya menjadi lebih sulit dan komplikatif.

Pencegahan varises:

1 Batasi Pemakaian High-Heels

Menghindari tumpuan berlebihan pada tungkai, antara lain dengan mengatur berat badan dan menghindari pemakaian sepatu tumit tinggi yang terlalu lama dan terlalu sering. Bobot tubuh ekstra membuat kerja tungkai menjadi lebih berat daripada normal, kerja otot-otot tungkai menjadi lebih giat. Imbasnya, arus aliran balik darah dari tungkai menuju jantung menjadi lebih besar dan tekanannya menjadi semakin meninggi.

Pemakaian sepatu tumit tinggi menambah jarak yang harus dicapai aliran balik darah dan membuat beberapa otot tungkai bekerja lebih giat, sehingga kompensasinya tekanan arus aliran balik darah menjadi semakin meninggi.

2 Istirahatkan Tungkai

Mengatur aktivitas tungkai dan mengatur posisi tungkai saat istirahat dengan menyempatkan tungkai beristirahat di antara interval aktivitasnya. Julurkan tungkai lurus dan ganjal dengan 1 atau 2 bantalan di saat duduk istirahat atau di saat berbaring istirahat agar aliran arus balik darah mengalir dengan lancar dalam tekanan yang normal.

Dalam beberapa keadaan, memberi rendaman air hangat pada kaki dan tungkai bawah dapat membantu lancarnya aliran balik darah.

3 Selalu Bersih dan Lembap

Jaga kebersihan dan kelembaban kulit tungkai untuk menghindari kemungkinan perlukaan dan infeksi.

Penanganan varises:

1 Garmen Elastis

Pakailah garmen elastis khusus pada tungkai yang mampu memberi tambahan tekanan pada pembuluh darah balik (vena) secara merata dari telapak kaki sampai ke pangkal paha. Bentuk garmen elastis khusus ini biasanya seperti stocking atau celana panjang ketat.

2 Injeksi zat-zat skleroterapi

Ini dilakukan pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang tampak berkelok-kelok dan bercabang-cabang untuk menciutkan rongga pembuluh darah balik (vena).

3 Pembedahan

Tindakan operasi stripping ini melepaskan pembuluh darah balik (vena) sepanjang tungkai dari struktur sekitarnya kemudian dibuang.

4 Kombinasi ketiga jenis penanganan tersebut.

Penanganan varises yang telah terjadi dilakukan oleh dokter bedah plastik dan memberi hasil yang cukup baik. Tetapi, bagaimana juga mencegah akan lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati.

Parut Bekas Luka

Orang ras Asia mendapat berkah Tuhan berupa proses penuaan kulit yang tidak separah ras Kaukasia. Sebaliknya, orang ras Asia memiliki parut bekas luka yang lebih jelek. Pada ras Kaukasia, luka menyembuh dengan bekas lebih halus dan lebih tersamar, sementara orang ras Asia lebih rentan menimbulkan jaringan bekas luka yang tumbuh berlebihan (parut luka hipertrofik), bahkan menjadi keloid.

Penanganan:

1 Injeksi kortikosteroid

Tindakan ini dilakukan pada jaringan ikat bekas luka yang tumbuh melebihi batas luka asli. Injeksi ini bertujuan untuk memecah jalinan-jalinan jaringan ikat yang berlebihan sehingga nantinya menciutkan ukuran bekas luka. Injeksi ini dilakukan dalam beberapa seri, dengan interval antara injeksi 2-3 minggu sekali.

2 Pembedahan

Tindakan pembedahan berupa operasi eksisi jaringan ikat bekas luka yang tumbuh melebihi batas luka aslinya.

3 Kombinasi dari ketiga jenis penanganan

Ini memberikan hasil lebih baik daripada penanganan secara tunggal.

Yang perlu diketahui, bekas luka selalu berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mendapatkan hasil penyembuhan luka yang optimal.


Sumber : tabloidnova.com


No comments:

Post a Comment